Bayi 5,4 Kg Lahir, Dokter: Waspadai Komplikasi!
aldohamagazine.com – Video seorang bayi laki-laki yang lahir dengan berat 5,4 kilogram langsung mencuri perhatian warganet. dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, Sp.A, seorang Dokter Spesialis Anak sekaligus Konselor Pemberi Makan Bayi & Anak (PMBA), mengunggah rekaman tersebut di akun Instagram pribadinya, @iansuteja, pada Minggu (15/06/2025).
Dalam video itu, dr. Ian merekam aktivitas yang baru saja keluar dari ruang bersalin. Dokter menjelaskan bahwa berat badan bayi tergolong sangat tinggi dan masuk dalam kategori makrosomia,
dr. Ian menjelaskan beberapa penyebab utama yang memicu kelahiran bayi dengan berat badan berlebih. Pertama, faktor genetik. Ia menyebut bahwa anak pertama dari ibu tersebut juga lahir dengan berat sekitar 4 kilogram. Kedua, faktor ras atau etnis, meski penelitian di Indonesia belum mendalam. Ketiga, kondisi kesehatan ibu saat hamil, terutama berat badan ibu yang tinggi dan gula darah yang tidak terkendali.
“Sebelum hamil, ibu bayi ini memiliki berat badan 106 kg. Selama hamil, ia mengalami peningkatan berat badan yang cukup signifikan,” jelas dr. Ian.
Ia juga mengingatkan bahwa anak yang baru lahir terlalu besar berisiko mengalami masalah medis. Salah satunya yaitu pernapasan cepat akibat paru-paru yang belum mengembang sempurna,
“Baca Juga: Yono Bakrie Resmi Nikahi Vini Caroline di KUA Sederhana”
Cara Mencegah Bayi Lahir dengan Berat Berlebih
Makrosomia tidak hanya berisiko bagi bayi, tetapi juga membahayakan ibu saat persalinan. Berat badan bayi yang terlalu besar bisa menyebabkan proses lahir menjadi sulit dan menimbulkan komplikasi seperti perdarahan, luka lahir, hingga gangguan pernapasan.
dr. Ian memberikan lima langkah yang dapat ibu lakukan untuk mencegah bayi lahir terlalu besar:
1.Rutin berolahraga ringan, seperti jalan kaki atau senam hamil.
2.Mengontrol gula darah, terutama jika ibu memiliki riwayat diabetes gestasional.
3.Mengonsumsi makanan bergizi dengan porsi seimbang, bukan sekadar banyak.
4.Menjaga berat badan tetap stabil sejak awal kehamilan hingga menjelang persalinan.
5.Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin agar pertumbuhan janin dan kondisi ibu tetap terpantau dengan baik.
Calon ibu bisa mencegah risiko makrosomia dengan disiplin menjaga kesehatan tubuh selama masa kehamilan. Dokter juga menyarankan agar ibu tidak mengabaikan tanda-tanda gangguan, terutama jika janin menunjukkan ukuran tubuh yang besar sejak trimester kedua. Pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi potensi komplikasi lebih awal dan menyelamatkan nyawa ibu dan bayi.
“Baca Juga: Insentif Rusun Sedang Dibahas, Target Selesai Bulan Ini”