aldohamagazine – CEO NVIDIA, Jensen Huang, memprediksi bahwa di era kecerdasan buatan (AI), profesi tukang listrik, tukang ledeng, dan tukang kayu akan sangat dicari. Dalam wawancara dengan Channel 4 News, Huang menekankan bahwa pembangunan dan pemeliharaan pusat data AI akan meningkat pesat, sehingga membutuhkan tenaga kerja terampil di bidang manual dan teknis. Ia mengatakan bahwa setiap ekonomi akan mengalami lonjakan permintaan pekerja penuh keterampilan terkait infrastruktur data center AI.
“Baca Juga: Perusahaan China Ciptakan Robot AI dengan Wajah Mirip Manusia”
Pembangunan Data Center AI Memicu Lonjakan Kebutuhan Tenaga Terampil
Jensen Huang menjelaskan bahwa pembangunan pusat data AI perluasan terus-menerus akan menjadi pendorong utama kebutuhan tenaga kerja teknis. Proyek data center ini berlipat ganda setiap tahun dan memerlukan ribuan pekerja konstruksi selama tahap pembangunan. Satu pusat data berukuran 250.000 kaki persegi bisa mempekerjakan hingga 1.500 pekerja konstruksi. Setelah pusat data beroperasi, ada kebutuhan sekitar 50 posisi pemeliharaan penuh waktu yang juga menciptakan dampak ekonomi sekitar tiga hingga empat kali lipatnya.
Kekhawatiran Kekurangan Tenaga Kerja Terampil di Industri AI
CEO BlackRock, Larry Fink, mengungkapkan kekhawatiran serius karena kekurangan teknisi listrik dan pekerja terampil lain yang diperlukan untuk membangun pusat data AI. Ia menyatakan bahwa kebijakan imigrasi yang ketat dan minat rendah generasi muda terhadap pekerjaan teknis memperburuk krisis tenaga kerja. Kekurangan tenaga kerja ini dikhawatirkan memperlambat perkembangan infrastruktur AI yang kini semakin vital bagi berbagai sektor.
Data Yale Budget Lab Menunjukkan AI Belum Mengganggu Pasar Kerja Secara Signifikan
Menurut penelitian terbaru dari Yale Budget Lab, hingga tiga tahun setelah peluncuran ChatGPT. AI belum menyebabkan gangguan signifikan pada pasar kerja. Meskipun terjadi perubahan pekerjaan lebih cepat dari era teknologi sebelumnya, seperti komputer pribadi dan internet, belum ada tanda pengurangan pekerjaan besar akibat AI. Bahkan sektor dengan paparan AI tinggi, seperti keuangan dan jasa profesional, masih mempertahankan stabilitas tenaga kerja.
“Baca Juga: Google Translate Bertransformasi Jadi Aplikasi Belajar Bahasa”
Pekerjaan Teraman di Era AI Berada di Lokasi Konstruksi Data Center
Sementara banyak orang menganggap insinyur perangkat lunak dan programmer sebagai pemenang utama di era AI, Huang dan sejumlah CEO lain menilai peluang kerja terbaik justru ada di lapangan. Mereka menekankan bahwa pekerjaan konstruksi dan pemeliharaan pusat data menawarkan jaminan pekerjaan jangka panjang yang kuat. Dengan lonjakan pembangunan data center global, permintaan tenaga terampil di sektor manual semakin tinggi dan memberikan penghasilan premium yang stabil.
Lonjakan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur data center AI membuka peluang besar bagi tenaga kerja teknis dan manual. Prediksi ini mengubah paradigma umum bahwa AI akan menghilangkan pekerjaan, malah membuka kebutuhan baru bagi profesi terampil. Ketersediaan tenaga kerja yang cukup dan berkualitas menjadi kunci sukses ekspansi AI di masa depan. Para pemangku kebijakan dan industri diharapkan memperhatikan kesenjangan tenaga kerja ini agar perkembangan AI tidak terhambat.