Zelensky Sebut AS Targetkan Perang Berakhir Juni
aldohamagazine – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa Amerika Serikat ingin perang segera diakhiri. Konflik tersebut telah berlangsung hampir empat tahun. Washington disebut menargetkan penyelesaian pada Juni 2026. AS juga menawarkan diri menjadi tuan rumah pertemuan lanjutan. Lokasi yang diusulkan berada di Florida, kemungkinan di Miami. Usulan ini menjadi bagian dari intensifikasi diplomasi terbaru.
“Baca Juga: Nama Muncul di Berkas Epstein, Eks PM Norwegia Diselidiki”
Usulan Pertemuan di Florida dan Peran Mediasi AS
Menurut Zelensky, AS mengusulkan pertemuan delegasi Ukraina dan Rusia minggu depan. Sebelumnya, Washington telah memediasi dua putaran negosiasi di Abu Dhabi sejak Januari. Upaya tersebut menghasilkan pertukaran tahanan besar. Namun, belum ada terobosan soal wilayah. AS terus mendorong kompromi kedua pihak. Zelensky menyampaikan informasi itu kepada wartawan pada 7 Februari 2026.
Perselisihan Wilayah Masih Jadi Hambatan Utama
Isu wilayah tetap menjadi batu sandungan utama dalam upaya perundingan. Rusia saat ini menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina dan secara terbuka menuntut kendali penuh atas Donetsk sebagai bagian dari kesepakatan damai. Moskow bahkan mengancam akan melanjutkan ofensif militer apabila pembicaraan gagal mencapai titik temu. Di sisi lain, Ukraina secara tegas menolak menyerahkan wilayahnya. Pemerintah di Kyiv menilai konsesi semacam itu hanya akan memperkuat posisi Moskow dan membuka ruang agresi lanjutan. Presiden Volodymyr Zelensky menegaskan Ukraina tidak akan menandatangani kesepakatan apa pun yang berpotensi melemahkan keamanan jangka panjang negara. Sikap keras kedua pihak ini membuat prospek perdamaian masih penuh ketidakpastian.
Perdebatan Zona Ekonomi dan PLTN Zaporizhzhia
Ukraina mengusulkan pembekuan konflik di sepanjang garis depan saat ini sebagai langkah awal meredakan ketegangan. Namun, Rusia secara tegas menolak gagasan tersebut dan tetap mempertahankan tuntutannya. Di sisi lain, laporan menyebut Washington mendorong pembentukan zona ekonomi bebas di wilayah Donetsk sebagai bagian dari pendekatan diplomatik. Presiden Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa zona semacam itu hanya dapat berjalan jika seluruh pihak menerapkan aturan yang adil, transparan, dan dapat diandalkan. Selain isu wilayah, kedua pihak juga belum mencapai kesepahaman mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia. Pembangkit terbesar di Eropa tersebut berada di bawah kendali Rusia sejak awal invasi, sehingga menimbulkan kekhawatiran keamanan dan stabilitas energi regional yang terus berlanjut.
“Baca Juga: OPPO Find X9 Pro Unjuk Kemampuan Rekam Video Sinematik”
Serangan Berlanjut dan Risiko Keamanan Nuklir
Di tengah negosiasi, Rusia tetap melancarkan serangan. Serangan terbaru memaksa tiga PLTN Ukraina mengurangi kapasitas. Menteri Luar Negeri Andriy Sybiga menyebut risiko insiden nuklir meningkat. International Atomic Energy Agency menyerukan pengekangan. Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022. Moskow menyebutnya operasi militer khusus. Kyiv menilai alasan tersebut sebagai dalih perebutan wilayah ilegal. Konflik ini telah menghancurkan kota-kota dan menewaskan puluhan ribu orang. Jutaan warga juga terpaksa mengungsi akibat perang berkepanjangan.