Wildlight Lakukan PHK Usai Highguard Gagal
aldohamagazine – Studio gim Wildlight Entertainment mengambil keputusan berat dengan melakukan pemutusan hubungan kerja massal. Perusahaan mengambil langkah tersebut setelah mencatat jumlah pemain yang rendah pada gim live service Highguard. Memasuki minggu ketiga sejak rilis, gim tersebut belum menunjukkan tanda pemulihan yang signifikan, dengan jumlah pemain aktif jauh di bawah ekspektasi pengembang. Kondisi ini memberi tekanan besar terhadap operasional studio. Wildlight Entertainment kemudian memilih langkah efisiensi ekstrem dan menjadikan PHK massal sebagai upaya mempertahankan kelangsungan perusahaan. Keputusan ini menandai krisis serius dalam pengembangan Highguard dan kembali mengingatkan industri gim akan besarnya risiko model live service. Peristiwa ini pun menarik perhatian luas dari komunitas pengembang dan pemain.
“Baca Juga: Film Helldivers Umumkan Tanggal Rilis dan Pemeran”
Jumlah Pemain Highguard Tak Kunjung Pulih Pasca Rilis
Sejak peluncurannya, Highguard mengalami kesulitan menarik dan mempertahankan pemain. Hingga memasuki minggu ketiga, jumlah pemain aktif harian tetap rendah. Data di Steam menunjukkan peak harian hanya sekitar 2.000 pemain. Angka tersebut tergolong kecil untuk game live service gratis. Bahkan setelah penambahan konten baru, kondisi tidak membaik signifikan. Wildlight menambahkan mode Raid 5v5 secara permanen. Mode tersebut diharapkan mampu meningkatkan retensi pemain. Namun, respons pasar tidak sesuai harapan pengembang. Saat laporan ini disusun, jumlah pemain aktif bahkan turun ke kisaran 1.000 orang. Tren penurunan ini memperkuat kekhawatiran akan masa depan game.
Mode Raid 5v5 Gagal Dongkrak Minat Komunitas
Penambahan mode Raid 5v5 menjadi salah satu upaya penyelamatan Highguard. Mode ini dirancang sebagai konten kompetitif utama. Wildlight berharap fitur tersebut dapat memperpanjang umur permainan. Mode Raid 5v5 juga dipromosikan sebagai pengalaman inti Highguard. Namun, implementasi tersebut tidak mampu menarik pemain baru secara signifikan. Komunitas menilai pembaruan datang terlalu terlambat. Sebagian pemain juga mengkritik fondasi gameplay yang dianggap kurang kuat. Akibatnya, mode baru tidak cukup mendorong lonjakan aktivitas. Kegagalan ini mempercepat tekanan finansial studio. Wildlight akhirnya harus mengambil langkah drastis demi bertahan.
Informasi PHK Terungkap dari Media Sosial Karyawan
Kabar PHK massal pertama kali mencuat dari unggahan karyawan Wildlight Entertainment. Salah satu yang mengungkapkan adalah Alex Graner, Senior Level Designer. Ia menyampaikan informasi tersebut melalui akun LinkedIn pribadinya. Unggahan serupa juga muncul dari beberapa karyawan lain. Tak lama kemudian, Wildlight Entertainment mengeluarkan pernyataan resmi. Studio mengonfirmasi telah melakukan PHK terhadap sebagian besar tim pengembang. Operasional Highguard kini dijalankan oleh skeleton crew. Tim kecil tersebut bertugas menjaga server dan layanan dasar. Keputusan ini berlaku sejak 11 Februari 2026. Wildlight menyebut langkah ini sebagai pilihan terberat sepanjang sejarah studio.
“Baca Juga: Pemerintah Prancis Nobatkan Developer Clair Obscur”
Tantangan Model Live Service dan Masa Depan Highguard
Kasus Highguard kembali menyoroti tantangan besar game live service gratis. Model ini sangat bergantung pada jumlah pemain yang besar. Pendapatan utama berasal dari microtransaction seperti kosmetik. Tanpa basis pemain kuat, keberlanjutan finansial sulit tercapai. Beberapa pihak menilai kondisi Highguard sudah dapat diprediksi. Rendahnya angka pemain sejak awal rilis menjadi sinyal bahaya. Meski demikian, keputusan PHK tetap membawa dampak besar bagi pekerja. Masa depan Highguard kini berada dalam ketidakpastian. Wildlight Entertainment belum mengumumkan rencana jangka panjang. Komunitas menunggu apakah game tersebut masih bisa diselamatkan. Kejadian ini menjadi pelajaran pahit bagi pengembang live service lainnya.