Progress Jadi Fokus, Crimson Desert Hilangkan Sistem Level
aldohamagazine – Crimson Desert menjadi salah satu game baru yang paling dinantikan tahun ini. Pearl Abyss mengembangkan game ini sebagai proyek ambisius terbaru setelah kesuksesan Black Desert. Dalam sebuah podcast terbaru di kanal YouTube Dropped Frames, Pearl Abyss membagikan sejumlah detail penting. Podcast tersebut menghadirkan Will Powers, Director of Public Relations Pearl Abyss, yang menjelaskan filosofi desain utama Crimson Desert. Ia menyoroti sistem permainan yang berbeda dari RPG tradisional. Crimson Desert tidak menggunakan sistem levelling karakter konvensional dan menghilangkan pembagian level seperti 1 hingga 99. Pearl Abyss mengambil keputusan ini untuk menciptakan pengalaman bermain yang lebih organik. Studio tersebut mendorong pemain berkembang melalui eksplorasi, penguasaan mekanik, dan progres nyata di dalam dunia game.
“Baca Juga: Akses Situs Highguard Mendadak Alami Gangguan”
Tidak Ada Levelling, Difficulty, dan Enemy Scaling dalam Gameplay
Will Powers menegaskan bahwa Crimson Desert tidak memiliki level karakter. Game ini juga tidak menyediakan pengaturan tingkat kesulitan. Selain itu, sistem enemy scaling tidak diterapkan dalam permainan. Musuh tidak akan menyesuaikan kekuatan berdasarkan progres pemain. Setiap area memiliki tantangan tetap sesuai desain dunia. Pendekatan ini berbeda dari RPG modern pada umumnya. Pearl Abyss ingin dunia terasa konsisten dan realistis. Pemain harus menilai risiko sebelum memasuki suatu wilayah. Tantangan tidak disesuaikan secara artifisial oleh sistem. Dengan demikian, keputusan pemain menjadi lebih bermakna. Kekalahan dan kemenangan bergantung pada persiapan serta pemahaman mekanik. Sistem ini mendorong pemain untuk belajar dari pengalaman. Pearl Abyss ingin pemain merasakan progres melalui penguasaan gameplay.
Progres Karakter Ditentukan oleh Gear dan Perlengkapan
Game ini menghilangkan sistem level dan menentukan progres karakter melalui perlengkapan. Menurut Will Powers, gear menjadi inti perkembangan pemain. Oleh karena itu, setiap karakter membutuhkan equipment untuk meningkatkan kemampuan bertarung. Selanjutnya, pemain dapat memperoleh gear melalui berbagai aktivitas dalam game, termasuk loot dari boss tertentu. Setiap kali mengalahkan boss, pemain akan mendapatkan gear unik dengan karakteristik berbeda yang mendukung gaya bermain tertentu. Selain itu, pemain juga dapat membuat gear melalui sistem crafting.
Dalam prosesnya, pemain melakukan crafting melalui Blacksmith di dalam game dengan menggunakan material khusus bernama Abyss Artifact. Dengan sistem ini, game menggantikan peran level sebagai sumber utama progres. Alhasil, pemain harus aktif berburu dan mengelola perlengkapan. Pada akhirnya, keputusan dalam memilih gear akan memengaruhi performa karakter secara signifikan.
Abyss Artifact dan Sistem Build Karakter yang Fleksibel
Abyss Artifact menjadi elemen penting dalam sistem progres Crimson Desert. Tidak hanya itu, artifact ini tidak sekadar berfungsi sebagai material crafting biasa. Menurut Will Powers, Abyss Artifact juga memiliki sistem skill yang dapat memengaruhi kemampuan karakter secara langsung. Dengan demikian, pemain dapat mengombinasikan artifact untuk membentuk build tertentu.
Selanjutnya, build tersebut menentukan gaya bertarung dan pendekatan gameplay. Melalui sistem ini, setiap pemain dapat memiliki karakter dengan spesialisasi berbeda. Selain itu, mekanisme ini memberikan fleksibilitas tinggi tanpa ketergantungan pada level. Oleh karena itu, pemain bebas bereksperimen dengan berbagai kombinasi skill.
Sejalan dengan itu, Pearl Abyss ingin mendorong kreativitas pemain. Akibatnya, tidak ada satu build terbaik yang bersifat mutlak. Pada akhirnya, semua bergantung pada situasi pertempuran dan preferensi bermain. Pendekatan ini pun mendukung variasi pengalaman yang unik antar pemain.
“Baca Juga: iPhone Flip Disebut Sedang Dalam Pengembangan Apple”
Eksplorasi Dunia Menjadi Fondasi Utama Crimson Desert
Eksplorasi menjadi elemen paling penting dalam Crimson Desert. Pearl Abyss ingin pemain menjelajahi dunia secara aktif. Will Powers menyebut eksplorasi sebagai inti pengalaman bermain. Setiap sudut dunia memiliki potensi cerita dan tantangan. Sistem peta juga mendukung eksplorasi alami. Area berkabut pada peta akan terbuka seiring eksplorasi. Landmark yang terlihat dapat dicapai tanpa batasan buatan. Pemain bebas menentukan rute perjalanan mereka sendiri. Tidak ada sistem yang membatasi urutan eksplorasi secara ketat. Pendekatan ini memberi rasa petualangan yang kuat. Pearl Abyss ingin dunia terasa hidup dan mengundang rasa ingin tahu.