RAM DDR5 Diprediksi Terus Naik Sepanjang 2026
aldohamagazine – Kabar kurang menggembirakan datang dari pasar komponen memori global. Lembaga riset Counterpoint memprediksi harga RAM DDR5 akan tetap tinggi. Kondisi ini dipicu oleh ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan.
“Baca Juga: Microsoft Tambah Dukungan Monitor 1000Hz di Windows 11″
Permintaan global meningkat jauh di atas perkiraan awal tahun. Sementara itu, suplai tidak mampu mengimbangi lonjakan tersebut. Situasi ini mendorong harga terus naik di berbagai pasar.
Krisis pasokan memori kini mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Dampaknya dirasakan oleh konsumen hingga industri teknologi. RAM DDR5 menjadi salah satu komponen yang paling terdampak.
Kenaikan Harga Memori Tembus 180 Persen Secara Global
Menurut laporan yang dikutip dari Wccftech, harga memori meningkat tajam. Counterpoint mencatat lonjakan harga lebih dari 180 persen dibanding periode sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan tekanan besar pada pasar.
Harga RAM DDR5 di pasar retail juga semakin mahal. Stok yang terbatas membuat produk semakin sulit ditemukan. Kondisi ini memperburuk situasi bagi konsumen.
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada satu wilayah. Tren ini berlangsung secara global. Pasar teknologi menghadapi tantangan besar dalam menjaga stabilitas harga.
Produsen Prioritaskan Pasokan untuk Infrastruktur AI
Salah satu penyebab utama kelangkaan adalah perubahan prioritas produsen. Perusahaan DRAM kini lebih fokus melayani kebutuhan infrastruktur AI. Segmen ini menawarkan margin keuntungan lebih tinggi.
Permintaan dari sektor AI meningkat pesat dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini menyerap sebagian besar kapasitas produksi memori. Akibatnya, pasokan untuk pasar konsumen menjadi terbatas.
Strategi ini berdampak langsung pada ketersediaan RAM DDR5. Konsumen harus bersaing dengan kebutuhan industri besar. Situasi ini memperpanjang masa kelangkaan di pasar.
Permintaan Hyperscaler Dorong Krisis Berlanjut
Permintaan dari perusahaan hyperscaler turut memperparah kondisi. Mereka membutuhkan kapasitas memori besar untuk pusat data. Kebutuhan ini terus meningkat seiring perkembangan teknologi AI.
Banyak analis sebelumnya berharap harga akan stabil di pertengahan tahun. Namun kenyataannya, tren kenaikan masih berlanjut. Permintaan tinggi membuat suplai tetap tertekan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pemulihan pasar belum terjadi. Tekanan dari sektor industri masih sangat kuat. RAM DDR5 tetap menjadi komoditas yang langka.
“Baca Juga: Xiaomi Pad 8 Series Bawa WPS Office Setara PC”
Dampak ke Konsumen dan Prospek Pasar Beberapa Tahun ke Depan
Kelangkaan ini berdampak langsung pada pengguna PC dan laptop. Harga upgrade menjadi lebih mahal dari sebelumnya. Banyak pengguna menunda pembelian karena kondisi pasar.
Laporan juga menyebutkan bahwa krisis bisa berlanjut hingga paruh kedua 2027. Hal ini menunjukkan masalah tidak akan selesai dalam waktu dekat. Pasar membutuhkan waktu untuk kembali seimbang.
Dengan produksi yang belum sepenuhnya pulih, harga diperkirakan tetap tinggi. Konsumen harus menyesuaikan strategi pembelian mereka. Situasi ini menjadi tantangan bagi industri teknologi global.