Eks Developer Subnautica 2 Menang atas Krafton
aldohamagazine – Setelah proses panjang sejak Juli 2025, pengadilan akhirnya memenangkan mantan pimpinan studio Unknown Worlds. Kasus ini melibatkan sengketa hukum dengan Krafton terkait pengelolaan studio. Putusan ini menjadi titik penting dalam konflik yang sempat menarik perhatian industri game. Laporan dari Kotaku menyebut hakim memutuskan berpihak pada pendiri studio tersebut. Keputusan ini menegaskan adanya pelanggaran perjanjian oleh pihak Krafton. Sengketa ini berpusat pada kendali operasional dan pemecatan eksekutif kunci.
“Baca Juga: Rilis LEGO Batman Legacy Maju dari Jadwal Awal”
Hakim Nyatakan Pemecatan CEO Ted Gill Tidak Sah
Dalam putusannya, hakim menyatakan bahwa pemecatan CEO Ted Gill tidak memiliki dasar yang sah. Pengadilan menilai Krafton telah memberhentikan karyawan kunci tanpa alasan yang dapat dibenarkan. Selain itu, hakim juga menyatakan bahwa Krafton mengambil alih kendali operasional secara tidak tepat.
Akibatnya, pengadilan memulihkan posisi CEO tersebut secara resmi. Hakim juga memerintahkan Krafton untuk tidak mengganggu kewenangan pimpinan tersebut, termasuk dalam pengambilan keputusan strategis terkait pengembangan game. Keputusan ini mengembalikan kendali penuh kepada pihak studio. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam proses pemulihan manajemen.
Akses Steam dan Kendali Subnautica 2 Dikembalikan ke Studio
Pengadilan juga memutuskan untuk mengembalikan akses terhadap platform distribusi Steam. Melalui putusan ini, pengadilan menyerahkan kendali peluncuran early access Subnautica 2 kepada pimpinan studio. Keputusan tersebut memastikan tim dapat menjalankan rencana pengembangan game sesuai visi awal.
Pengadilan menilai distribusi memiliki peran penting dalam kesuksesan game modern. Dengan kontrol penuh, tim dapat melanjutkan proyek tanpa intervensi eksternal. Hakim juga menilai langkah ini diperlukan untuk menjaga integritas proyek. Keputusan tersebut sekaligus memberikan kepastian bagi arah pengembangan ke depan.
Bonus Earnout 250 Juta Dolar Diperpanjang hingga September 2026
Salah satu poin utama dalam kasus ini adalah bonus earnout senilai 250 juta dolar. Bonus tersebut bergantung pada pencapaian target tertentu setelah perilisan game. Pengadilan kemudian memutuskan untuk memperpanjang periode pencapaian hingga 15 September 2026.
Melalui keputusan ini, pengadilan memberikan waktu tambahan bagi tim untuk memenuhi milestone yang telah ditetapkan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga hak finansial pihak studio. Selain itu, pengadilan juga berupaya memperbaiki potensi kerugian yang muncul akibat konflik sebelumnya. Dengan demikian, peluang pencapaian target tetap terbuka. Keputusan ini menjadi bagian krusial dalam keseluruhan putusan pengadilan.
“Baca Juga: Ben Stiller Kritik White House atas Penggunaan Film”
Temuan Pengadilan Soroti Dugaan Upaya Hindari Pembayaran Bonus
Dokumen pengadilan mengungkap temuan terkait dugaan upaya Krafton untuk menghindari pembayaran bonus. Dalam dokumen tersebut, pengadilan juga menyebut adanya inisiatif internal bernama “Project X”. Hakim menilai bahwa alasan pemecatan eksekutif tidak memiliki dasar yang kuat dan hanya menjadi dalih.
Selain itu, hakim menilai tindakan pimpinan studio yang mengunduh data sebagai upaya untuk melindungi aset perusahaan. Pengadilan tidak menganggap tindakan tersebut sebagai pelanggaran etika kerja. Proyeksi internal juga menunjukkan potensi penjualan besar untuk Subnautica 2. Tim memprediksi penjualan dapat mencapai lebih dari 1,67 juta kopi pada akhir 2025.
Menanggapi putusan tersebut, Krafton menyatakan ketidaksetujuannya dan mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum lanjutan.