Gaji Karyawan Rockstar Games Disorot di Inggris
aldohamagazine – Rockstar Games kembali menjadi sorotan publik setelah laporan mengungkap dugaan pelanggaran upah minimum. Publik sebelumnya juga mengkritik perusahaan karena memecat karyawan proyek GTA VI.
Pada 30 Oktober 2025, Rockstar memecat 31 karyawan. Keputusan tersebut memicu protes dari berbagai pihak, termasuk serikat pekerja. Rockstar menyatakan pemecatan terjadi karena “pelanggaran serius”. Namun, Independent Workers Union of Great Britain mempertanyakan klaim tersebut.
“Baca Juga: CEO NVIDIA Soroti AI Slop dan Isu DLSS 5″
Kini, kontroversi baru muncul terkait pembayaran upah di bawah standar hukum Inggris. Kasus ini semakin memperkuat sorotan terhadap praktik ketenagakerjaan perusahaan.
HMRC Temukan Tunggakan Gaji di Rockstar Games UK
Berdasarkan data resmi HM Revenue and Customs, Rockstar Games UK Limited terbukti melanggar aturan upah minimum. Perusahaan belum membayar total £1.396 kepada lima karyawan.
Pelanggaran tersebut terjadi sepanjang tahun 2025. Rockstar kini masuk dalam daftar 389 organisasi yang memiliki tunggakan serupa di Inggris.
Sebagai konsekuensi, perusahaan diwajibkan melunasi seluruh kekurangan pembayaran tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari penegakan hukum ketenagakerjaan.
Meski jumlahnya relatif kecil, kasus ini tetap menjadi perhatian publik. Reputasi perusahaan turut terdampak oleh temuan tersebut.
Sorotan Menguat di Tengah Situasi Internal yang Memanas
Kasus ini mendapat perhatian besar karena terjadi di tengah kondisi internal Rockstar yang tidak stabil. Sebelumnya, perusahaan sudah menghadapi kritik akibat PHK massal.
Rockstar North, sebagai studio utama di balik GTA VI, berada dalam tekanan publik. Kombinasi isu PHK dan pelanggaran upah memperburuk citra perusahaan.
Situasi ini menunjukkan pentingnya transparansi dalam pengelolaan tenaga kerja. Perusahaan besar pun tidak lepas dari pengawasan publik.
Sorotan terhadap Rockstar semakin tajam karena proyek GTA VI sangat dinantikan. Publik menaruh perhatian besar pada setiap perkembangan terkait studio tersebut.
Industri Game Global Juga Dihantui PHK dan Masalah Hukum
Rockstar bukan satu-satunya perusahaan yang menghadapi masalah serupa. Perusahaan besar seperti Microsoft, Embracer Group, dan Sony juga melakukan pemutusan hubungan kerja. Langkah ini sering memicu kritik dari publik.
Selain PHK, beberapa studio juga menghadapi masalah hukum terkait tenaga kerja. Kondisi ini menunjukkan tekanan besar dalam industri game modern.
Perubahan pasar dan biaya produksi menjadi faktor utama di balik kondisi ini. Perusahaan harus menyesuaikan strategi agar tetap bertahan.
“Baca Juga: Tak Ingin Menyesal, Inara Rusli Sampaikan Maaf”
Gugatan Karyawan Jadi Tantangan Berikutnya bagi Rockstar
Meski Rockstar dapat menyelesaikan masalah tunggakan gaji melalui pembayaran, perusahaan masih menghadapi tantangan lain. Perusahaan kini menghadapi gugatan hukum dari karyawan yang mereka pecat.
Hasil dari proses hukum tersebut masih belum dapat dipastikan. Kasus ini berpotensi memberikan dampak besar terhadap reputasi perusahaan ke depan.
Rockstar harus menghadapi tekanan dari berbagai sisi, baik internal maupun eksternal. Cara perusahaan menangani isu ini akan menentukan tingkat kepercayaan publik.
Ke depan, perusahaan perlu mengedepankan transparansi dan kepatuhan hukum sebagai faktor penting. Rockstar juga harus memastikan praktik ketenagakerjaan yang lebih baik untuk menjaga stabilitas bisnis.