Restrukturisasi Baru Ubisoft Ancam 380 Posisi Karyawan
aldohamagazine – Gelombang restrukturisasi di industri game tampaknya masih jauh dari kata selesai. Ubisoft menjadi salah satu perusahaan yang paling merasakan dampaknya dalam beberapa tahun terakhir. Setelah memangkas sekitar seribu karyawan dalam kurun setahun dan menghadapi berbagai tantangan bisnis, publisher asal Prancis tersebut kini kembali mengumumkan perubahan organisasi berskala besar. Restrukturisasi terbaru ini mencakup penutupan studio, pemangkasan karyawan, hingga perubahan fokus pada sejumlah tim internal. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Ubisoft untuk menyederhanakan operasional sekaligus memperkuat fondasi perusahaan di tengah tekanan bisnis yang masih berlangsung.
“Baca Juga: Final Fantasy XVI Resmi Masuk PS Plus Juni 2026″
Ubisoft Sebut Restrukturisasi Diperlukan untuk Menekan Biaya Operasional
Perusahaan menyatakan bahwa mereka melakukan perubahan organisasi untuk menyederhanakan struktur operasional, menekan biaya, serta memastikan penggunaan sumber daya yang lebih efisien.
Keputusan tersebut juga dipengaruhi oleh kondisi bisnis Ubisoft dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah game yang perusahaan rilis gagal memenuhi ekspektasi pasar, sementara tekanan terhadap nilai perusahaan terus meningkat.
Situasi tersebut mendorong Ubisoft menyesuaikan prioritas pengembangan game dan merombak struktur organisasinya secara lebih luas.
Bagi Ubisoft, perusahaan memandang perubahan ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas bisnis sekaligus mempersiapkan arah perusahaan yang lebih fokus pada masa depan.
Ubisoft Tutup Studio Winnipeg dan Belgrade
Sebagai bagian dari restrukturisasi, Ubisoft mengonfirmasi bahwa mereka akan menutup dua studio yang berlokasi di Winnipeg, Kanada, dan Belgrade, Serbia.
Penutupan studio Winnipeg diperkirakan akan memengaruhi sekitar 65 karyawan. Sementara itu, Ubisoft juga memperkirakan penutupan studio Belgrade akan berdampak pada sekitar 100 pegawai.
Selain menutup dua studio tersebut, Ubisoft juga memulai proses konsultasi untuk restrukturisasi di studio Barcelona. Berbeda dengan Winnipeg dan Belgrade, perusahaan tidak menutup studio yang berada di Spanyol itu secara penuh.
Ke depannya, Ubisoft akan memfokuskan studio Barcelona pada pengembangan yang berkaitan dengan franchise Rainbow Six. Perubahan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memusatkan sumber daya pada proyek-proyek yang mereka anggap memiliki potensi terbesar.
Langkah ini menunjukkan bahwa Ubisoft kini semakin selektif dalam menentukan area bisnis yang akan mereka jadikan prioritas utama.
Sekitar 380 Karyawan Berpotensi Terdampak Restrukturisasi
Restrukturisasi terbaru tidak hanya menyasar studio pengembangan game. Ubisoft juga melakukan penyesuaian besar pada divisi publishing global mereka.
Perusahaan ingin mengubah cara tim dibentuk dan mendistribusikan sumber daya agar proses kerja menjadi lebih efisien. Namun, perubahan tersebut berpotensi berdampak pada jumlah tenaga kerja yang cukup besar.
Berdasarkan perkiraan awal, sekitar 380 karyawan dapat terdampak oleh rangkaian restrukturisasi ini. Meski demikian, Ubisoft menegaskan bahwa angka final masih dapat berubah seiring berjalannya proses reorganisasi.
Menurut laporan Insider Gaming, rincian sementara menunjukkan sekitar 51 posisi terdampak di Ubisoft Barcelona.
Divisi publishing Ubisoft di San Francisco turut disebut mengalami pemutusan hubungan kerja. Namun hingga saat ini, perusahaan belum mengungkap jumlah pasti karyawan yang terdampak di kantor tersebut.
“Baca Juga: SILENT HILL: Townfall Pindah ke Britania Raya”
Ubisoft Masih Berupaya Menstabilkan Bisnis di Tengah Tantangan Industri
Restrukturisasi terbaru ini kembali memperlihatkan tantangan besar yang Ubisoft hadapi. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan terus berupaya menstabilkan bisnis dengan menjalankan berbagai langkah efisiensi dan mengevaluasi proyek-proyek yang sedang mereka kembangkan.
Sejumlah game yang gagal mencapai target penjualan mendorong Ubisoft meninjau kembali strategi bisnis mereka. Pada saat yang sama, perusahaan juga harus menghadapi perubahan tren industri, meningkatnya biaya pengembangan, serta persaingan yang semakin ketat.
Karena itu, Ubisoft menganggap penyederhanaan struktur organisasi sebagai salah satu cara untuk mengurangi beban operasional dan meningkatkan fokus pada franchise yang mereka nilai paling menjanjikan.
Meski perusahaan menjalankan langkah ini untuk memperkuat bisnis dalam jangka panjang, dampaknya tetap terasa besar bagi para karyawan yang terdampak.
Untuk saat ini, Ubisoft masih terus menjalankan proses restrukturisasi yang sedang berlangsung. Namun, melihat berbagai tantangan yang masih mereka hadapi, perusahaan kemungkinan akan terus melanjutkan langkah efisiensi dan perubahan organisasi serupa dalam beberapa tahun mendatang.