Microsoft Tambahkan Low Latency Profile ke Windows 11
aldohamagazine – Microsoft resmi merilis pembaruan terbaru untuk Windows 11 yang membawa sejumlah peningkatan performa dan fitur baru. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah hadirnya fitur Low Latency Profile.
“Baca Juga: AOC Luncurkan Monitor Gaming 27 Inci dengan Refresh Rate Tinggi”
Meski sebenarnya sudah diperkenalkan sejak akhir Mei 2026, Low Latency Profile sebelumnya hanya tersedia secara bertahap atau gradual rollout. Artinya, tidak semua pengguna langsung memperoleh fitur tersebut.
Kini, melalui pembaruan KB5094126, Microsoft mulai mengaktifkan Low Latency Profile untuk seluruh pengguna Windows 11 yang telah menerima update terbaru.
Kehadiran fitur ini menjadi salah satu upaya Microsoft untuk meningkatkan kenyamanan penggunaan Windows tanpa harus mengubah tampilan maupun alur kerja sistem secara drastis.
Low Latency Profile Bikin Aplikasi dan Start Menu Lebih Cepat Dibuka
Menurut Microsoft, Low Latency Profile dapat meningkatkan kecepatan saat membuka aplikasi dan berbagai elemen penting di Windows. Fitur ini mencakup Start Menu, Search, hingga Action Center.
Perubahan tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki dampak besar pada pengalaman penggunaan sehari-hari.
Dengan Low Latency Profile, proses membuka aplikasi dapat berlangsung lebih cepat dibanding sebelumnya. Respons sistem juga terasa lebih instan ketika pengguna berinteraksi dengan antarmuka Windows.
Microsoft menjelaskan bahwa peningkatan performa ini tidak memerlukan pengaturan tambahan dari pengguna. Fitur bekerja secara otomatis di latar belakang setelah pembaruan terpasang.
Hal ini membuat pengguna dapat langsung merasakan peningkatan performa tanpa harus mengubah konfigurasi sistem.
Cara Kerja Low Latency Profile Ternyata Cukup Sederhana
Di balik namanya yang terdengar teknis, Low Latency Profile ternyata bekerja dengan cara yang cukup sederhana. Microsoft tidak menggunakan metode pemrosesan yang rumit untuk meningkatkan kecepatan sistem.
Pada dasarnya, fitur ini akan langsung meningkatkan clock speed CPU ke tingkat maksimum saat pengguna melakukan aktivitas tertentu. Misalnya ketika membuka aplikasi, Start Menu, Search, atau Action Center.
Dengan menaikkan kecepatan prosesor lebih awal, sistem dapat memproses perintah pengguna dengan lebih cepat. Akibatnya, jeda yang biasanya terasa saat membuka aplikasi dapat dikurangi.
Sebelum fitur ini hadir, Windows mengandalkan CPU scheduler untuk mengatur kapan prosesor harus meningkatkan performanya. Proses tersebut membutuhkan waktu singkat, tetapi tetap dapat menimbulkan keterlambatan.
Pada perangkat dengan spesifikasi rendah, jeda tersebut sering kali terasa lebih jelas. Pengguna mungkin merasakan animasi yang kurang mulus atau waktu buka aplikasi yang sedikit lebih lama.
Low Latency Profile menghilangkan tahapan tersebut dengan mempersiapkan CPU sejak awal. Dengan begitu, sistem dapat memberikan respons yang lebih cepat terhadap berbagai aktivitas interaktif.
Pengguna Sebut Fitur Ini Bisa Tingkatkan Konsumsi Baterai
Meski menawarkan peningkatan performa, Low Latency Profile tidak lepas dari kritik. Mereka berpendapat Microsoft seharusnya dapat menghadirkan solusi yang lebih efisien.
Kekhawatiran lain yang muncul adalah peningkatan konsumsi daya. Karena CPU lebih sering bekerja pada frekuensi tinggi, ada anggapan bahwa baterai laptop akan lebih cepat habis.
Isu tersebut cukup ramai dibahas di berbagai forum dan media sosial. Pengguna laptop khususnya mempertanyakan apakah peningkatan performa sebanding dengan potensi berkurangnya daya tahan baterai.
Pengalaman penggunaan kemungkinan juga akan berbeda tergantung jenis prosesor dan pola penggunaan masing-masing pengguna.
“Baca Juga: Xbox Dirumorkan Akan Lakukan PHK Besar pada Juli 2026″
Microsoft Klaim Dampak Low Latency Profile ke Baterai Sangat Kecil
Menanggapi berbagai kritik yang muncul, Microsoft memastikan bahwa Low Latency Profile tidak akan memberikan dampak besar terhadap daya tahan baterai.
Scott Hanselman selaku Vice President Microsoft menyatakan bahwa peningkatan konsumsi daya akibat fitur tersebut sangat kecil. Menurutnya, pengguna kemungkinan tidak akan merasakan perbedaan berarti dalam penggunaan sehari-hari.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan clock speed hanya terjadi ketika pengguna melakukan aktivitas interaktif tertentu. Setelah itu, sistem akan kembali bekerja seperti biasa.
Dengan kata lain, prosesor tidak akan terus-menerus berada pada performa maksimal sepanjang waktu. Pendekatan ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara performa dan efisiensi daya.
Hadirnya Low Latency Profile menunjukkan bahwa Microsoft masih terus mencari cara untuk membuat Windows terasa lebih cepat dan responsif.