Lenovo: Harga RAM Sulit Kembali ke Harga Sebelumnya
aldohamagazine – Lenovo memperkirakan harga memori RAM dan NAND Flash tidak akan kembali ke tingkat sebelum krisis pasokan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut berpotensi membuat harga PC gaming, laptop, hingga konsol terus meningkat pada masa mendatang.
“Baca Juga: Harga Prosesor Intel Core Ultra dan Xeon Resmi Naik”
Lenovo Sebut Harga Memori Memasuki Normal Baru
Menurut Hiegl, harga DRAM dan NAND Flash kemungkinan tidak akan kembali ke level sebelum krisis pasokan. Ia menilai harga memori yang tinggi akan menjadi kondisi normal baru bagi industri teknologi.
Lenovo memperkirakan kapasitas produksi memang akan meningkat mulai 2028. Namun, peningkatan pasokan tersebut belum tentu membuat harga kembali murah seperti beberapa tahun lalu.
Perusahaan menilai keseimbangan pasar di masa depan lebih mengarah pada stabilitas harga dibandingkan penurunan harga yang signifikan. Dengan kata lain, stabil tidak selalu berarti lebih terjangkau.
Pandangan tersebut menjadi perhatian karena memori merupakan salah satu komponen utama dalam berbagai perangkat elektronik modern.
Permintaan AI Dinilai Mengubah Prioritas Industri Memori
Menurut Lenovo, meningkatnya kebutuhan kecerdasan buatan menjadi salah satu penyebab utama perubahan pasar memori. Produsen chip kini lebih banyak mengalokasikan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan industri AI.
Akibatnya, pasokan DRAM dan NAND Flash untuk komputer pribadi, laptop, smartphone, serta konsol menjadi lebih terbatas. Keterbatasan pasokan tersebut ikut mendorong kenaikan harga komponen.
Perubahan prioritas produksi ini diperkirakan masih akan berlangsung selama permintaan AI terus meningkat. Industri teknologi pun harus menyesuaikan strategi bisnis dengan kondisi tersebut.
Fenomena ini menunjukkan bahwa perkembangan AI tidak hanya memengaruhi sektor komputasi, tetapi juga rantai pasok perangkat keras secara keseluruhan.
Harga Perangkat Gaming Diperkirakan Terus Meningkat
Dampak kenaikan harga memori mulai terlihat pada berbagai produk teknologi. Sejumlah produsen perangkat telah memperingatkan bahwa biaya produksi terus meningkat akibat mahalnya komponen utama.
Microsoft, misalnya, baru mengumumkan kenaikan harga Xbox Series X di beberapa pasar. Sementara itu, berbagai produsen lain juga mengisyaratkan adanya tekanan biaya yang serupa.
Bagi industri game, kondisi tersebut berpotensi membuat biaya produksi konsol maupun PC gaming terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Harga jual perangkat kepada konsumen juga dapat ikut menyesuaikan.
Situasi ini menjadi tantangan bagi produsen maupun konsumen yang menginginkan perangkat dengan spesifikasi tinggi tetapi tetap terjangkau.
“Baca Juga: Samsung Geser Jadwal Produksi Chip 1.4 nm ke 2029″
Sony dan Industri Bersiap Menghadapi Biaya Produksi Lebih Tinggi
Lenovo menilai peningkatan kapasitas produksi memori dalam beberapa tahun ke depan tetap dapat membantu menjaga stabilitas pasar.
Sejumlah perusahaan mulai menyesuaikan strategi bisnis menghadapi kondisi tersebut. Sony, misalnya, telah mengisyaratkan tidak lagi ingin menjual konsol generasi berikutnya dengan skema merugi seperti pada masa lalu.
Berbagai laporan juga menyebut biaya produksi PlayStation 6 meningkat karena mahalnya komponen seperti DRAM dan SSD. Kondisi serupa berpotensi dialami produsen perangkat keras lainnya.